Cara menggunakan Alat peneropong Telur

Pada umumnya pemeriksaan
telur tetas dilakukan menggunakan sebuah alat teropong telur dan
pekerja yang sudah berpengalaman dalam hal ini, dengan pemeriksaan yang berkala
untuk menjaga kondisi telur yang akan ditetaskan,
menurut Kemaludin(29)
atau yang biasa disebut sebagai dokter endog
(endog adalah bahasa jawa dari telur) ada hal penting yang
harus dilakukan oleh peternak telur ayam tetas, hal
tersebut berupa pemisahan antara telur mati atau busuk dari telur fertil, agar
gas amoniak dari telur telur gagal tersebut tidak menular pada telur lainnya, pernyataan
tersebut menjelaskan pentingnya pemisahan antara telur fertile dan infertil,
dimana telur infertil sendiri masih
dapat dipisiahkan untuk dikonsumsi, bila telur infertil tersebut tidak diberi
penanganan, maka dapat menyebabkan telur tersebut membusuk.
Apa Manfaat Peneropongan Telur?
Bagi seorang
Operator Mesin Penetas Telur,
melakukan candling akan memberikan beberapa manfaat, antara
lain :
- Mengetahui
telur-telur mana sajakah yang fertil (telah dibuahi oleh induk pejantan)
yang nantinya akan menetas menjadi seekor anakan unggas.
- Mengidentifikasi
telur-telur fertil yang berhenti berkembang pada suatu saat selama proses inkubasi
(bad eggs)
- Menghindari
kontaminasi bakteri selama proses inkubasi yang diakibatkan oleh
telur-telur yang akan membusuk (bahkan di suatu kasus, telurnya meledak).
- Mengetahui
tahap-tahap perkembangan embrio dari hari ke hari sampai menetas.
Bagaimana Cara Meneropong Telur?


Penampakan pada saat menggunakan
Alat Peneropng Telur di ruang gelap
Proses candling dilakukan
dengan cara menyinari sebutir telur dengan seberkas cahaya terang (makin terang
makin bagus) sehingga tampak jelas isi dan kondisi yang ada di dalam cangkang
telur.
Candling tidak merusak embrio di dalam telur selama sumber cahayanya tidak banyak
mengeluarkan radiasi panas (gunakan lampu LED) serta waktunya tidak terlalu
lama berada di luar mesin tetas.
Idealnya adalah
melihat sekilas saja apa yang terjadi di dalam telur.
Teknik ini sangat
sederhana dan berlaku untuk hampir semua jenis unggas seperti telur ayam,
bebek, itik, kenari, puyuh, lovebird, murai batu, walet, kalkun, dan lain
sebagainya.
Anda bisa membuat
sendiri alat peneropong telur dengan cara sederhana. Namun jika Anda terkendala
waktu untuk membuatnya, telah tersedia produk teropong telur dengan harga
terjangkau. Silahkan cek disini.
Kapan Waktu Terbaik Melakukan Peneropongan?
Normalnya
peneropongan awal dilakukan pada hari ke-3 sampai ke-5 inkubasi. Jika ditemukan
telur yang tidak fertil, pisahkan dan masih bisa dikonsumsi.
Masa inkubasi
paling kritis selama proses perkembangan embrio adalah di minggu pertama.
Banyak yang akan terjadi setelah satu minggu tersebut, dan Anda akan merasa
lebih “yakin” pada telur-telur mana saja yang akan menetas.
Untuk mata yang
belum terlatih, mungkin akan merasa kesulitan untuk melihat perkembangannya
dalam beberapa hari pertama.
Tips-tips saat melakukan peneropongan telur:
- Jika
kesulitan melihat isi telur, coba matikan beberapa lampu atau masuk ke
ruang yang lebih gelap.
- Telur
boleh berada di luar mesin tetas hingga 30 menit, tapi yang terbaik adalah
mengembalikannya sesegera mungkin.
- Peneropongan
bisa dilakukaan setiap hari jika Anda mau.
- Pastikan
tangan Anda bersih dan kering. Minyak dari jari-jari Anda bisa menyumbat
pori-pori di cangkang telur yang menyebabkan embrio kesulitan mendapatkan
oksigen yang dibutuhkannya.
Hasil Peneropongan Telur
Beberapa kondisi
penampakan telur yang bisa ditemukan pada saat melakukan peneropongan telur
yaitu : Embrio Hidup (kemungkinan besar bisa menetas), Embrio
Mati di Awal (tidak bisa menetas), Telur Infertil(embrio
tidak bisa muncul), dan Embrio Mati di Akhir (calon anakan
yang sudah tumbuh sempurna mati sebelum menetas).


Candling telur menampakkan beberapa kondisi seperti di atas.
Berikut ini adalah
foto candling (dokumentasi visual) dari perkembangan embrio
pada Telur Ayam (inkubasi 21 hari) dan Telur Bebek (inkubasi 28 hari) yang bisa
menjadi rujukan/pembanding pada saat Anda melakukan candling pada telur-telur
tetas Anda.
Dengan mengamati
kedua foto dibawah ini, Anda akan lebih mudah mengetahui, apakah perkembangan
telur-telur tetas Anda sudah sesuai jalur atau tidak.

Beberapa tahapan perkembangbiakan embrio Ayam hasil peneropongan telur. Credit: incubatorwarehouse.com

Hasil Peneropongan telur bebek yang dilakukan setiap 2 hari sekali.
Kedua jenis telur
unggas tersebut (ayam dan bebek) sangat populer untuk di tetaskan sehingga
digunakan sebagai contoh dalam pembahasan ini.
Untuk jenis telur
unggas lainnya, bisa diidentikkan hasil peneropongannya dengan gambar di atas.
Ada juga sebuah
hasil percobaan dan penelitian yang bisa dilihat dengan mata telanjang (lihat
gambar di bawah), bagaimana sebuah telur ayam (tanpa cangkang) mengalami
perkembangan dari hari ke hari, mulai dalam bentuk embrio sampai menjadi anakan
ayam.
Lebih detailnya,
berikut ini proses perkembangan embrio dari hari pertama hingga menetas.
Hari ke-1. Mulai tampak perkembangan jaringan embrio.
Hari ke-2. Perkembangan jaringan embrio makin jelas disertai dengan mulai
munculnya pembuluh darah.
Hari ke-3. Jantung berdenyut. Pembuluh darah semakin tampak jelas.
Hari ke-4. Pembentukan mata.
Hari ke-5. Pembentukan siku (di bagian sayap) dan lutut di bagian kaki.
Hari ke-6. Paruh mulai muncul. Embrio mulai sering bergerak.
Hari ke-7. Pertumbuhan jengger. Pertumbuhan ujung lancip paruh.
Hari ke-8. Muncul area tempat tumbuh bulu. Paruh atas dan bawah makin tumbuh
dengan panjang yang sama.
Hari ke-9. Embrio mulai berbentuk seperti ayam.
Hari ke-10. Cakar mulai terbentuk.
Hari ke-11. Jengger mulai bergerigi. Bulu ekor mulai tumbuh.
Hari ke-12. Cakar telah terbentuk sempurna. Beberapa bulu telah tumbuh
sempurna.
Hari ke-13. Muncul sisik pada kaki. Bulu mulai menutupi sebagian kecil tubuh
embrio.
Hari ke-14. Embrio menggerakkan kepalanya menuju bagian tumpul telur.
Hari ke-15. Usus masuk ke dalam embrio.
Hari ke-16. Seluruh tubuh telah diselimuti oleh bulu. Putih telur hampir habis
seluruhnya.
Hari ke-17. Cairan ketuban berkurang.
Hari ke-18. Perkembangan embrio hampir sempurna. Kantung kuning telur masih
berada di luar embrio.
Hari ke-19. Kuning telur mulai memasuki tubuh embrio. Cairan ketuban habis.
Embrio menempati hampir seluruh bagian dalam telur (masih ada rongga udara).
Hari ke-20. Kuning telur sudah masuk seluruhnya ke dalam tubuh embrio. Embrio
telah tumbuh sempurna menjadi seekor anakan yang mulai bernafas dari rongga
udara. Anakan mulai memecahkan cangkang telurnya.
Hari ke-21. Umumnya, anakan sudah menetas keluar dari cangkang telur.
Komentar
Posting Komentar